Peer-to-peer Lending Terbaik di Indonesia

Crowde, startup fintech bidang pertanian yang memberdayakan petani di seluruh Indonesia melalui teknologi dan permodalan. Crowde menerima penghargaan sebagai satu dari sepuluh peer-to-peer lending terbaik di Indonesia versi KPMG dalam The Fintech Edge yang diterbitkan di akhir bulan November lalu.

The Fintech Edge merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh KPMG Indonesia terhadap pemain fintech di Indonesia, khususnya kategori peer-to-peer lending. Kriteria penilaian diukur berdasarkan tiga poin utama, yaitu kemampuan manajemen risiko, transparansi, dan tingkat pelayanan atau service level.

"Penghargaan ini menambah kepercayaan diri Crowde untuk terus berusaha memajukan pertanian Indonesia dan merevolusi petani melalui ekosistem berkelanjutan yang kami bangun", ungkap Yohanes Sugihtononugroho, CEO Crowde dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Ekonomi di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Makin melesat menuju puntjak!

Full article here

Curhat untuk Kesehatan Mental

“Tujuan startup ini didirikan karena melihat tingkat bunuh diri di Indonesia yang terus meningkat, dengan mayoritas demografi anak muda. Kondisi inilah yang mendorong saya membuat sebuah platform online yang accessible, educational dan juga low-cost. Kami memulai dengan membuat akun Line untuk support chat bagi pengguna yang ingin bercerita dan membutuhkan dukungan,” jelas Indri, Co-founder dan CEO Save Yourselves saat ditemui youngster.id di Gedung Block 71 kawasan Rasuna Said Kuningan Jakarta belum lama ini.

Dia menjelaskan, selain curhat ketika seseorang butuh bantuan lebih jauh maka pihaknya dapat merekomendasikan mereka ke psikolog yang ada di areanya. “Kami jug amemberikan edukasi kepada masyarakat untuk menghadapi stigma mengenai kesehatan mental. Misalkan bukan mereka tetapi adiknya yang kena mental ill sickness atau pacarnya. Jadi kami hadir memberikan edukasi,” katanya lagi.

Tak hanya itu, platform ini langsung terpilih sebagai pemenang dari Startup Weekend Jakarta. Tak cukup sampai di situ, platform ini lolos seleksi top 100 Startups Echelon Asia Summit, dan terpilih sebagai startup terbaik dari kategori Health and Lifestyle Vertical dan merupakan top 6 dari Asia.

Curhat membawa berkah!

Full article here

Pibo, Digital Library untuk Anak

Nama PiBo sendiri diambil dari singkatan picture books atau biasa disebut sebagai buku cerita yang dihiasi ilustrasi dan gambar dalam sajiannya. Dalam aplikasi PiBo, terdapat kisaran harga buku yang dijual mulai dari 20 ribu sampai 50 ribu, sangat cocok dan terjangkau bagi ibu rumah tangga –sebagai target sasaran pasar—yang ingin anaknya dapat membaca langsung melalui gawai yang dimiliki.

Dengan dibantu teknologi komunikasi yang serba cepat dan mudah diakses, kekayaan informasi seputar bacaan anak dinilai akan meningkatkan kembali produktivitas belajar anak. Untuk memastikan capaian tersebut, PiBo berkomitmen dengan kualitas materi yang disajikan dalam layanannya.

Teman tumbuh dan kembang anak jaman now!

Full article here

Build by CityPlan

Aplikasi Build menampilkan informasi rencana detik tata ruang (RDTR) Kota Bandung. Aplikasi Build terdiri dari peta pola ruang, informasi intensitas ruang, dan ketentuan kegiatan sesuai dengan zonasi kawasan yang dikemas dalam suatu tampilan aplikasi yang ramah pengguna, mudah diakses, dan informatif.

"Build dapat membantu pengguna untuk mengecek lokasi-lokasi yang diperbolehkan maupun yang terlarang untuk kegiatan tertentu sesuai dengan aturan dalam dokumen RDTR dan Peraturan Zonasi yang berlaku di Kota Bandung," tutur Rizki.

Tinggal di kota jadi lebih nyaman karena CityPlan uWu

Full article here

Lingkaran's Mastership Program Sponsored by Kemnaker

Just recently launched their new branding, Lingkaran got chance to multiply the program in Jakarta with a help of the Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia (Kemnaker). In response to Indonesia’s current demographic bonus and challenging digital era where creativity and innovation stand above all, Kemnaker supported lingkaran by providing full scholarship for this program, involving 80 shortlisted participants from more than 600 applicants.

Entrepreneurship is the other core issues that we try to encourage. This is also supported by the fact that Indonesia’s economy is predicted to advance 5.4 percent in 2018, higher than a 5.2 percent expansion in 2017. Investment is projected to increase at a faster pace, especially for lower commercial lending rates. Both local and overseas investors are paying more attention to the archipelago. In short, there’s never been a better time to be an entrepreneur in Indonesia.

New branding, new opportunity! Best of luck, guys!

Read more about it here

Anak kite si Crowde dapet investment bray!

Crowde, an Indonesian agriculture-focused P2P lending platform, closed an undisclosed amount of seed round led by Gree Ventures, and joined by Crevisse Partners as well as prominent local angels. The startup will use the capital to accelerate the development of its platform, and support more farmers. Crowde aims to lend money to more than 100,000 farmers this year.

“Capital, or the lack thereof, is one of the essential problems faced by farmers as they struggle to secure financing from traditional institutions,” said CEO Yohanes Sugihtononugroho in a statement.

He added, “We hope that with this additional capital, we can improve our platform, introduce more technology to better serve farmers and investors alike, and scale our operations across the country.”

To date, the startup has disbursed over US$1.97 million worth of loans to 10,000 farmers in 276 villages across Indonesia. The loans came from 24,000 lenders on its platform.

Soo.. kemanakah enaknya kita minta Oyong (CEO of Crowde) traktiran?

Full article : Techinasia